Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Menganalisa kesalahan iklan di facebook ads

Pastikan bahwa semua Hal Ini Tidak Anda Lakukan Saat Beriklan di Facebook, karena ini dapat memengaruhi kesuksesan anda dalam melaksanakan kegiatan bisnis online. 

Dengan jumlah pengguna yang banyak, efektivitas Facebook Ads tentu tidak perlu diragukan lagi untuk dijadikan media beriklan. 

Selain jangkauan target iklan yang semakin luas dan lebih spesifik, memungkinkan konversi yang juga sama banyaknya. 

Sayangnya para pebisnis yang menggunakan Facebook Ads seringkali tidak menyadari melakukan beberapa kesalahan yang tidak perlu, hal ini justru mengurangi konversi. 

Menganalisa kesalahan iklan di facebook ads

Facebook Ads pada saat ini merupakan salah satu media promosi iklan yang sedang populer dilakukan oleh para pebisnis, terutama pebisnis online. 

Sebab, hanya dengan cara ini, biaya untuk mempromosikan produk anda dapat ditekan semaksimal mungkin. 

Tidak hanya dana kecil, jangkauan konsumen yang akan anda dapat dicakup pun akan lebih luas.

Terlebih, pemakai Facebook semakin meningkat. Dari salah satu pemilik akun Facebook saja, jaringan yang terbentuk sudah pasti sangat luas. 

Sayangnya, tidak semua orang bisa memanfaatkan dalam menggunakan Facebook Ads ini. Beberapa kesalahan sering dilakukan tanpa disadari. 

Menganalisa kesalahan iklan di facebook ads

Apa saja kesalahan yang sering dilakukan oleh seorang pengiklan facebook Berikut ini adalah uraian lengkapnya.

  • Menargetkan Orang yang Bukan Fans

Banyak orang yang mengira bahwa dengan adanya jumlah Likes yang diterima akan mampu meningkatkan jumlah pendapatan dalam bisnis mereka. 

Tidak mengherankan jika kemudian banyak orang yang menyarankan agar orang lain memberikan Likes pada produk yang hendak dijual, tanpa memperlihatkan apakah orang tersebut suka dengan produk itu atau tidak. 

Dan akhirnya, tidak ada peningkatan dalam penjualan terhadap bisnis Anda meskipun Likes yang didapatkan sangat banyak. 

Hal seperti ini tentu  akan merugikan Anda sebagai pengiklan, karena iklan anda kurang tertarget. 

Oleh sebab itu, ketika memasang iklan di Facebook, targetkan pada fans yang menyukai produk anda saja.

  • Jangkauan Lokasi yang Terlalu Luas

Tidak semua produk dapat dipasarkan dengan jangkauan yang sangat luas, terlebih jika produk yang hendak dijual, sudah banyak orang yang menjualnya. 

Memperluas jangkauan target pasar justru hanya akan membuat pemborosan dana iklan anda. Sedangkan, konversi penjualan yang akan Anda dapatkan tidak meningkat. 

Akan lebih baik jika Anda menargetkan wilayah yang lebih kecil, misalnya satu kota saja. 

Dengan cara demikian, biaya yang Anda keluarkan untuk beriklan akan sebanding dengan konversi peningkatan penjualan anda.

  • Tidak Melakukan Tes Gambar

Jika anda seorang Bisnis online sangat penting penyertaan gambar ketika mengiklankan sebuah produk. 

Semakin baik kualitas gambar yang Anda tampilkan, maka akan semakin menarik pembaca untuk membelinya. 

Nah, untuk bisa mendapatkan gambar terbaik itulah, Anda harus mencoba membuat beberapa gambar, kemudian memilih salah satu yang paling baik. 

Tidak hanya gambar saja, teks yang berada di dalam gambar harus kurang dari 20% untuk dapat menghindari suspend dari Facebook. 

Sayangnya, banyak orang yang mengabaikan perkara kecil ini. Tidak di sangka, banyak gambar yang dihasilkan sangat tidak nyaman dilihat. 

  • Membuat iklan terlalu banyak

Efektivitas Facebook Ads untuk meningkatkan konversi memang tidak bisa ditanyakan lagi. 

Namun semua itu hanya bisa terjadi jika Anda sebagai pengguna Facebook Ads juga dapat melakukan kesalahan saat memuatnya.

 Seringkali kesalahan remeh seperti membuat iklan terlalu banyak, hal ini banyak terjadi di kalangan pebisnis yang memanfaatkan Facebook Ads. 

Padahal dengan membuat iklan yang lebih banyak tidaklah berpengaruh pada konversi penjualan yang juga lebih banyak.

Justru sebaliknya, membuat iklan yang terlalu banyak dapat membuat konsumen menjadi bingung. 

Para pengguna Facebook bisa jadi malas dan tidak tertarik untuk melihat iklan anda. 

Karena itu, jangan sampai banyak melakukan langkah sembarangan dengan membuat iklan. 

Konversi penjualan tidak dipengaruhi oleh jumlah iklan yang banyak. 

Melainkan dipengaruhi oleh kualitas konten yang kemungkinan dapat menangkap perhatian para pengguna Facebook dalam hal ini calon pelanggan Anda.

  • Konten terlalu umum

Membuat sebuah konten iklan yang berkualitas adalah syarat yang mutlak ketika menggunakan Facebook Ads. 

Tentunya biaya yang harus Anda keluarkan akan menjadi sia-sia jika konten yang Anda buat tidak berkualitas dan sama sekali tidak berpengaruh pada tingkat konversi penjualan anda. 

Salah satu kesalahan yang sering dilakukan ketika membuat konten adalah isi konten yang terlalu umum. 

Akibatnya isi konten dari iklan Anda sama sekali tidak tertuju pada target yang menjadi sasaran utama iklan anda. Akibatnya tentu saja konversi penjualan yang rendah.

Konten sederhana iklan yang terlalu umum contohnya seperti, saat Anda menargetkan sasaran iklan adalah orang Indonesia, namun konten iklan yang anda dibuat justru dalam bahasa Inggris. 

Baik dalam bentuk teks dan juga videonya juga dibuat dalam bahasa asing.

 Akibatnya berdampak pada efektivitas dari iklan tersebut. 

Hasil akhirnya jangan ditanyakan lagi, tentu saja selain tidak maksimal juga tidak menghasilkan peningkatan kualitas penjualan. 

Biaya yang Anda keluarkan juga akan sia-sia tidak ada manfaatnya untuk meningkatkan konversi. 

  • Soft Selling

Ada banyak orang yang memanfaatkan Facebook Ads untuk strategi marketing penjualannya. 

Namun dari sekian banyak orang yang menggunakannya, hanya sedikit orang yang memahami bagaimana memanfaatkan Facebook Ads ini dengan baik.

 Kesalahan yang sering dilakukan adalah dengan membuat konten iklan yang hanya memaksa untuk membeli. 

Tidak terhitung banyaknya iklan di Facebook yang telah dipublikasikan lebih banyak menerangkan kelebihan produk, manfaat sebuah produk hingga ajakan menggunakan produk.

Konten iklan yang seperti ini justru tidak mendapatkan tempat di hati para pengguna Facebook. 

Sekali lagi, konten yang disukai dan berkualitas yang mampu menangkap perhatian pengguna Facebook itu sangat penting. 

Selain itu membuat konten yang bersifat soft selling bukan hard selling yang terkesan memaksa untuk membeli. 

Mengingat semenjak di kenalkan di publik kecenderungan seseorang menggunakan Facebook adalah untuk media bersosialisasi bukan untuk membeli produ

Anda menjual produk di facebook hanya memanfaatkan pengunanya yang banyak siapa tahu ada yang mau membeli produk anda. 

Jika kesalahan-kesalahan seperti ini dapat dihindari, beriklan di Facebook sangat efektif untuk meningkatkan konversi.

Nah, jika Anda termasuk orang yang mengiklankan di Facebook dan ingin memaksimalkan fungsi promosi iklan di media ini. 

Maka hindari beberapa kesalahan di atas. Dengan demikian, bisnis Anda akan lancar berkat adanya Facebook Ads.
Kia krikil
Kia krikil Penulis artikel

Posting Komentar untuk "Menganalisa kesalahan iklan di facebook ads"